IkBann

September 01, 2013

Menghitung Volume Pekerjaan dan RAB



Menghitung volume semua item pekerjaan. Mulai dari pekerjaan persiapan sampai pekerjaan finishing. Volume pekerjaan bisa dalam satuan meter kubik, meter persegi, dan juga meter panjang tergantung dengan item pekerjaan.

Menghitung volume sebaiknya dibuat secara parsial atau volume dihitung berdasarkan besaran yang sama misalnya volume luas lantai bangunan 133 m2 yang terdiri dari :

  1. 1 Ruang tamu                                    3x4 = 12 m2
  2. 1 Kamar Tidur Utama                       4x5 = 20 m2
  3. 2 Kamar Tidur                                   3x4 = 24 m2       
  4. 1 Kamar pembantu                            2x3 =   6 m2
  5. 1 Ruang Dapur                                  3x3 =   9 m2
  6. 1 Gudang                                           2x3 =   6 m2
  7. 1 Garase                                            3x4 = 12 m2
  8. 3 Kamar Mandi                                 2x2 = 12 m2
  9.  Ruang Keluarga                               4x5 = 20 m2       
  10. 1 Ruang Makan                                 3x4 = 12 m2

Maka untuk menghitung luas kita kelompokkan dengan ukuran yang sama. Ukuran 4x5 dua ruangan 40 m2, ukuran 3x4 lima ruangan 60 m2, ukuran 3x3 satu ruangan 9 m2, ukuran 2x3 dua ruangan 12 m2 dan ukuran 2x2 lima ruangan 12 m2 dengan jumlah total 133 m2.

Tabel Ukuran Luas lantai
 Kita pun dapat membuat cara yang sama untuk ukuran keramik dan jenis keramik yang digunakan.



Gambar diatas adalah contoh yang pernah kita buat. Hidden kolom Kode sampai kolom Total dan baris antara item Pembersihan Lapangan dan item Pemasangan Bowplank menggunakan group hidden. Seperti gambar berikut.


February 22, 2013

Membuat Pekerjaan Tambah Kurang




Pekerjaan Tambah/Kurang terjadi akibat adanya perubahan pekerjaan dan terbagi atas empat yaitu :
  1. Pekerjaan Tambah/Kurang dengan  nilai kontrak tetap
  2. Pekerjaan Tambah/Kurang dengan  nilai kontrak bertambah
  3. Pekerjaan Tambah/Kurang dengan  nilai kontrak tetap, target/sasaran berubah
  4. Pekerjaan Tambah/Kurang dengan  nilai kontrak bertambah, terget/sasaran berubah 
Cara pembuatan laporan pekerjaan tambah kurang dibawah ini adalah dengan membandingkan volume kontrak dengan volume perubahan  artinya juka volume kontrak (OE Owner Estimate) sama dengan volume lapangn (EE Engineering Estimate) maka tidak ada perubahan, Jika volume OE lebih kecil maka artinya ada penambahan volume begitu juga sebaliknya jika volume OE lebih besar maka ada pengurangan volume.

Besarnya selisih volume ini yang akan mempengaruhi nilai kontrak pekerjaan tambah kurang, apakah nilai kontrak tetap, nilai kontrak bertambah, nilai kontrak tetap, target/sasaran berubah atau nilai kontrak bertambah, terget/sasaran berubah.


 Sebelum terjadi perubahan

Nilai kontak tetap



Nilai kontak bertambah



January 23, 2013

Membuat Laporan Kemajuan Proyek


Membuat laporan mingguan  ada kalanya dinyatakan dalam bentuk bobot (%) ada juga dalam bentuk volume terpasang atau kedua-duanya bobot (%) dan volume terpasang.

Membuat laporan dalam bentuk bobot (%) tidak terlalu sulit, hanya menampilkan nilai bobot (%) yang akan diajukan misalnya 10%, 20% , 30% dalam laporan mingguan hingga akumulasinya 100% untuk setiap item pekerjaan.

Lain halnya dengan laporan dalam bentuk volume terpasang, memang harus menghitung volume ril dari kondisi lapangan. Banyaknya item pekerjaan yang sedang dilaksanakan sering membuat tertundanya dalam membut laporan. Kadang menumpuk hingga 2-3 minggu. Nah untuk yang seperti ini bisa disiasati dengan cara:

1.  Hitung volume secara parsial, maksudnya kita menghitung volume dalam bagian-bagian kecil, misalnya :
  • Volume 1 buah kolom, 1 buah balok dengan type yang sama
  • Volume pasangan dinding, plesteran, cat dengan bidang yang sama
  • Volume lantai, pasangan keramik, acian  menurut ruangan
  • Volume pondasi batu kali hitung kubikasinya per meter, dll
  • Persiapkan semuanya diawal poyek.
2. Tandai pekerjaan yang dilaksanakan setiap minggunya dan kalikan dengan volume parsial
  • Pondasi terpasang 20 m kalikan volume 1 m = ……m3
  • Kolom A 10 bh kalikan volume 1 Kolom A = ……m3
  • Dan item pekerjaan lainnya
3.       Masukkan  hasil hitungan (point 2) kedalam form laporan mingguan, semoga laporan mingguannya ndak terlambat lagi…:)
 
Untuk laporan mingguan dengan volume terpasang dan bobot(%) adalah menambahkan bobot(%) pada volume terpasang.

Contoh Bentuk Laporan Minggu I

Contoh Bentuk Laporan Minggu II

Contoh Bentuk Laporan Minggu III





January 11, 2013

Membuat Laporan ReadyMix (Pengecoran)

Laporan pengecoran? Ya tepatnya laporan tentang penggunaan ReadyMix. Dari sekian m3 readymix yang dipesan dipakai untuk pengecoran pekerjaan yang mana saja. Dengan membuat laporannya dapat diketahui penggunaannya.

Sebetulnya laporan seperti ini jarang ditemui atau dibuat oleh kontraktor, bukan berarti tidak penting. Sebab laporan ini hanya bersifat internal proyek, tidak ada hubungannya dengan pemberi tugas kecuali pemberi tugas meminta.

Fungsi dari laporan ini adalah untuk memonitor pemakaian readymix (tidak tertutup untuk pemakaian material   lainnya) dan meminimalisir kemungkinan resiko yang menyebabkan pemakaian readymix berlebihan. Selain itu juga bisa dijadikan sebagai bahan untuk manganalisis pekerjaan dengan memperhatikan metode pengerjaan dan kendala yang dihadapi.

Contoh laporan yang pernah saya buat seperti gambar dibawah ini :

 Laporan Minggu I

Laporan Minggu II


Laporan Minggu III


Pada gambar diatas dapat dilihat untuk masing-masing item pekerjaan sebagai berikut :
  1. OE = Owner Estimate atau kontrak awal
  2. EE = Engineering Estimate atau volume sesuai gambar (dihitung lagi)
  3. RE = Real Estimate atau volume readymix terpasang
  4. Volume lapangan adalah volume readymix per hari
  5. Akumulasi = jumlah volume lapangan
  6. Sisa = OE atau EE dikurangi RE
Tips sebelum pengecoran dimulai antara lain :
  1. Hitung kebutuhan readymix sesuai kondisi lapangan kurangi kemungkinan sisa
  2. Readymix yang dipesan usahakan kelipatan dari kapasitas truck mixer
  3. Jika tidak memungkinkan persiapkan pekerjaan lainnya untuk menampung sisa readymix (buat cansteen, tutup saluran, dll). Yang ini boleh dibilang harus diadakan setiap pengecoran.
  4. Peralatan kerja, gerobak, ember, bak penampung, vibrator, dll
Dengan menerapkan point-point diatas maka pemakaian readymix dapat dikontrol dengan baik dan sisa readymix dapat ditekan serendah mungkin. Begitu juga dengan kapasitas dari truck mixer dari supplier readymix apakah volumenya pas atau kurang.

Beberapa analisis menyatakan bahwa besarnya readymix yang tidak terpakai atau sisa sekitar 3-5% dapat saya jabarkan seperti dibawah ini :


Catatan :
  1. Truck Mixer kapasitas 5 m3
  2. Pekerjaan  pondasi dan sloof, lalu lintas gerobak dan isi gerobak akan sangat mempengaruhi banyaknya readymix yang  terbuang kemungkinan sisanya bisa melebihi angka diatas.
  3. Pekerjaan kolom sisa 0.1 m3 bisa dikatakan angka maksimum dengan menggunakan bucket 
  4. Pekerjaan balok dan pelat sisa terjadi pada akhir pengecoran dan sepanjang pipa

Contoh perhitungan volume pengecoran dan readymix yang dipesan :
Perkiraan volume 25 m3 dikalikan faktor terbuang, dibagi kapasitas truck mixer 5 m3 dikalikan dengan faktor sisa 0.1 – 0.25 m3
Readymix                         : 25m3
Kap. Truck mixer             : 5 m3
Faktor sisa                        : 25/5 = 5x0.25 = 1.25 m3
Volume lapangan              : 25 – 1.25 = 23.75 m3
Maka volume tempat pengecoran perlu yang anda persiapkan antara 23 – 25 m3. Jika faktor sisa melebihi dari angka diatas maka perlu ditingkatkan pengawasannya dan atau metode kerjanya jika volume terpasang kurang dari angka diatas maka kemungkinan kapasitas truck mixer tidak sampai 5 m3.